Kamis, 30 Oktober 2014

Wasiat Imam Syafi'i rahimahullah, 150-204 hijriyah

Bertakwalah engkau kepada Allah.
Bayangkan akherat dalam Qalbumu.
Jadikanlah bayangan kematian berada di pelupuk matamu.
Jadilah orang yang malu kepada Allah.
Jauhilah larangan-laranganNya dan kerjakanlah kewajiban-kewajibanNya.
Tetaplah konsisten bersama kebenaran dimanapun berada.
Sekali-sekali... janganlah meremehkan nikmat yang diberikan Allah untukmu walaupun kecil.
Sambutlah ia dengan rasa syukur.

Bahagia Secukupnya, Sedih Seperlunya, Mencintai Sewajarnya, Membenci Sekedarnya. Tapi "bersyukurlah sebanyaknya"

HAKIKAT CINTA
Cinta adalah ruh kehidupan, rasa dari keberadaan, kelezatan dunia, makanan bagi ruh, kesenangan hati, cahaya mata, & sinar bagi hati…
Hidup tanpa cinta adalah kehidupan yang kering, hati tanpa cinta adalah hati yang keras…
Kehidupan adalah jasad, & cinta adalah ruh-nya… bila ruh-nya tiada, maka jasadpun tidak berguna…
Dengan cinta, para pecinta berbondong-bondong menuju apa yang dicintainya, mereka saling berlomba & berkompetisi dalam pengembaraan cinta…
Cinta adalah kehidupan … barangsiapa yang kehilangan cinta, maka dia telah mati…
Cinta adalah cahaya, siapa yang kehilangan cinta … maka dia berada dalam kegelapan yang sangat dan malam yang gulita…
Cinta adalah api didalam hati … yang akan membakar segala apa yang tidak dicintai oleh kekasihnya …
maka tiada yang tersisa selain apa yang disenangi oleh sang kekasih …
Tiada yang dia lakukan kecuali apa yang diminta oleh sang kekasih…
dia tidak mengerjakan kecuali apa yang diperintahkan oleh sang kekasih …
Cinta adalah kerinduan yang tetap untuk berjumpa dengan sang kekasih …
hidup dengan harapan untuk mendapatkan sang kekasih …
dan harapan untuk berjumpa dengan wajah sang kekasih …
Dengan demikian …
telah tulus cintanya …
telah jujur keinginannya …
dia tidak menduakan cinta sang kekasih
agar mendapatkan cintanya dan dapat selalu berdekatan dengannya…
Demikianlah Allah menyifati orang-orang yang beriman
dengan sifat-sifat yang agung …
dan yang paling agung dan khusus adalah:
cinta mereka terhadap Rabb mereka …
bahkan dengan kecintaan yang sangat …
((والذين آمنوا أشد حبا لله))
"Dan orang-orang yang beriman sangat besar kecintaannya kepada Allah)).
Cinta yang paling agung & indah …
adalah cinta kepada Allah & rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam,
serta cinta terhadap semua amal yang mendekatkan diri kepada cinta-Nya …
baik berupa perkataan maupun perbuatan yang baik …
Cinta kepada Allah & Rasul-Nya adalah cinta yang hakiki yang harus memenuhi hati setiap orang yang beriman …
itulah cinta yang bermanfa'at …
yang Allah akan menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang shalih dengan cinta tersebut …
itulah cinta abadi yang tidak akan terputus selamanya …
Adapun selain cinta Allah …
maka cinta tersebut akan terputus & terkubur …
***
KSA, 14-06-1434 H
W@f@ Ummu @meer@, Via Ummu Fahrian Ida

Untukmu, Wahai Mahasiswa

Pesan Anies Baswedan Untuk Mahasiswa Baru
Selamat untuk Anda yang kini menjadi mahasiswa, Anda disebut maha atas kesiswaan Anda. Tanggungjawabnya tentu lebih besasr daripada anak-anak muda lainnya.
Di Indonesia ada jutaan anak masuk SD, tapi hanya ratusan ribu yang hari ini bisa kuliah. Itu artinya Anda berbeda dengan yang lain. Anda adalah sekelompok anak-anak muda yang punya kesempatan, untuk mengembangkan diri, untuk maju, meraih masa depan bukan hanya untuk Anda sendiri tapi untuk kemajuan Republik, untuk kemajuan bangsa.
Saya akan beri sedikit catatan di sini.
Tolong jangan hanya belajar di dalam ruang kuliah.
Kuliah Anda adalah di dalam ruang dan di luar ruang kuliah. Kalau Anda disebut sebagai aktivis, maka jangan hanya jadi aktivis di luar ruang kuliah, tapi juga aktivis di dalam ruang kelas.
Anda merugi jika hanya belajar di dalam kelas saja
Bagi teman-teman yang ingin belajar hanya di dalam kelas saja, maka Anda akan masuk golongan orang yang merugi. Karena di ujung masa kuliah Anda hanya akan keluar membawa selembar kertas bertuliskan transkrip atau selembar kertas ijazah. Masa depan tidak bisa dibuat atau dibangun hanya dengan selembar kertas itu.
Anda harus menjadi manusia baru
Anda harus menjadi pemimpin di Indonesia. Anak-anak muda yang kata-katanya, langkahnya bisa membuat perubahan dan itu artinya belajar dari sekarang.
Saya sering menganalogikan hidup pasca kuliah itu seperti berenang di lautan. Anda punya pilihan, mau belajar berenang saat sudah sampai ke laut atau mau belajar berenang di kolam renang? Kalau di kolam renang kedalamannya terukur, tekanannya terukur, suhunya terukur, arusnya juga terukur, dan di sana Anda bisa belajar berenang.
Atau Anda langsung terjun ke laut dan belajar berenang. Resikonya agak besar belajar berenang di tengah lautan. Kalau Anda belajar berenang di kolam renang resikonya jauh lebih terkontrol. Karena itu belajarlah “berenang”, belajar untuk memimpin, belajar menjadi bagian dari masyarakat ketika kuliah.
Anda bisa lihat nanti, mereka-mereka yang banyak memberikan kontribusi pada masyarakat, mereka yang berpengaruh, mereka yang bisa mendorong kemajuan adalah orang-orang yang pada masa mudanya tidak hanya meghabiskan waktu di dalam ruang kelas, tapi juga di luar kelas.
Jadilah pegiat, jadilah anak-anak yang aktif. Saya sering mengatakan IP yang tinggi akan mengantarkan Anda pada panggilan wawancara, titik.
Kepemimpinan
Kemampuan komunikasi
Kemampuan analitik
Hal-hal itu yang akan mengantarkan Anda ke masa depan.
Kalau dulu SD ke SMP Anda perlu nilai tinggi, untuk masuk SMA Anda juga perlu nilai, dan sekarang dari SMA masuk di kampus Anda juga harus punya nilai yang tinggi. Sesudah Anda lulus kuliah, fase berikutnya Anda butuh lebih dari sekadar nilai.
Jangan diartikan boleh mendapatkan IP rendah. Kalau IP Anda rendah, Anda bahkan tidak dipanggil wawancara. Jadi IP-nya harus tinggi, berapa minimal IP? Usul saya mumpung Anda baru kuliah, coba Anda cek kalau daftar beasiswa S2 berapa syarat IP minimalnya? Lalu Anda gunakan itu sebagai target.
Hari ini tidak ada yang bertanya IP Anda berapa? Misalnya saya tidak ada yang tanya IP saya berapa? Atau berapa lama kuliahnya? IP dan lama kuliah itu ditanyakan saat wisuda. Yang kuliahnya cepat, IP-nya tinggi senyumnya lebih lebar daripada yang tidak. Tapi dalam perjalanan ke depan yang dibutuhkan lebih dari itu.
Saya tidak ingin menganggap enteng pelajaran di kuliah. Pelajaran itu sangat penting. Tapi saya ingin Anda punya double track:
Track akademik
Track kepemimpinan
Keduanya harus seimbang. Jadi bangun itu, mumpung Anda punya kesempatan untuk melakukannya.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
Buat cita-cita
Anda dapat mulai menuliskan:
- Berapa lama Anda mau kuliah
- Anda mau melakukan apa
- Selama kuliah apa yang akan Anda kerjakan
Jangan jadi mahasiswa yang hanya rumah atau kos-kosan, kampus dan kampusnya hanya ruang kuliah, jangan lakukan itu.
Anda akan menjadi bagian dari dunia.
Saya adalah mahasiswa dua puluh tahun lalu. Maka mahasiswa saat ini akan mengalami era 20 tahun akan datang. B[truncated by WhatsApp]

Boleh Jadi dan Itu Sangatlah Mungkin

Boleh jadi dan sangat mungkin bahwa keadaan kita sedang diganggu syaithan melalui mimpi buruk, celaan-celaan, dan kritik destruktif. Namun, pada saat yang sama segerombolan do'a melejit sambil bergemuruh mengetuk pintu langit untuk kita.
Doa dari orang tua, terutama ibu, yang jauh di seberang sedang merindukan kita. Maka hubungilah saat ini, barangkali keduanya sedang begitu ingin mendengar kabar dan suara kita.
Doa dari seorang fakir miskin yang kita bantu walau tak seberapa namun telah membuatnya begitu bahagia dan bersyukur.
Doa dari sosok yang kitaa hibur dari kesedihannya.
Doa dari orang-orang di jalan yang kita hadiahkan senyuman penuh tulus tanda kasih dan persahabatan.
Doa dari seorang bapak tua yang kita persilahkan duduk padahal kita begitu letih ingin istirahat.
Doa dari seorang sahabat yang sedang merindukan kita. Dia berdo'a untuk kita di sujud-sujudnya tanpa kita ketahui.
Doa dari para facebooker yang membaca status dan note inspiratif dari kita dan membuatnya berubah dari kelalaiannya terhadap agama Allah.
Dari dari kebaikan-kebaikan yg kita lakukan secara diam-diam dengan begitu ikhlas tanpa mengobralnya di dunia maya dengan niat ingin disebut-sebut dalam bingkai pujian.
Doa dari seorang penunut ilmu yang sedang sakit. Kita menolongnya seperlunya dengan menginfakkan harta untuk keperluannya menuntut ilmu, termasuk membeli kitab.
Dari seuntai kalimat ini, insya Allah, semoga Allah menjaga kita, lalu memasukkan kita Ke dalam Surga-Nya hingga menatap wajah-Nya yang agung lagi mulia. Via Ummu Fahrian Ida
https://www.facebook.com/abdullahakiera.vanassamawiey/posts/730448157033537?fref=nf

Dengarkanlah Wahai Muslimah

Nasehat tuk muslimah
Betul, banyak wanita yang tidak berjilbab
atau berjilbab tapi asal-asalan lebih baik akhlaknya
dari wanita yang sudah berjilbab syar'i, 
lebih ramah kepada orang lain,
lebih pemaaf, lebih sabar,
lebih mudah bergaul,
lebih mampu mengendalikan kata-kata,
menjaga sikapnya dan lain-lain.
Oleh karena itu...
Untuk yang sudah berjilbab syar'i,
seharusnya lebih meningkatkan lagi kualitas akhlaknya.
Berjilbab saja tidak cukup mengantarkan Anda ke surga.
Bukankah orang yang paling dicintai oleh Allah itu adalah orang yang paling baik akhlaknya?
Bukankah husnul khuluq, adalah sesuatu yang kata Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam paling banyak memasukkan seorang hamba ke surga?
Dan untuk yang belum berjilbab syar'i,
takutlah kepada Allah azza wa jalla,
karena dengan tidak menunaikan perintah-Nya,
berarti Anda tidak berakhlak baik kepada Allah rabbul 'aalamin,
walaupun Anda berakhlak baik kepada sesama...
https://www.facebook.com/abu.khaleed.3/posts/830651930288874
Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga diiitari dengan hal-hal yang tidak menyenangkan,
sedangkan neraka diitari dengan berbagai syahwat.”
[Diriwayatkan oleh Muslim]
via Ummu Fahrian Ida

Untukmu teman....

teman..
lihatlah rumput ilalang yang bergoyang..
seakan membisikan pengalaman..
seraya berkata..
hidupku tak lepas dari terpaan angin..
terkadang aku merunduk..
terkadang pula meliuk-liuk..
namun itu tak membuatku tersungkur..
teman..
itulah kehidupan..
tak lepas dari aral yang melintang..
ujian dan cobaan silih berganti..
menyaring keimanan..
demikian Robb kita berfirman:
alif laam miim..
apakah manusia mengira akan dibiarkan berucap kami beriman sementara ia tidak diuji.. (Al Ankabut:1-2)
teman.
tidakkah kita ingin setegar batu karang..
yang selalu diterjang ombak samudra..
namun ia tegar tak bergeming..
seakan tersenyum anggun menuai kesabaran..
teman..
sabar di dunia amat indah..
walau pahit dan getir terasa..
tapi ia sementara dan tak lama..
sedangkan sabar di neraka tak lagi berguna..
dalam masa yang amat panjang..
satu harinya sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia..
manakah kesabaran yang engkau pilih..
teman..
sabarlah di atas jalan Rabbmu..
sabarlah tuk menaati Nabimu..
sampai kita berjumpa denganNya..
Nabi bersabda..
bersabarlah.. sampai berjumpa denganku di telaga haudl..
by Ustadz Badru Salam, Lc (UB)
Dishare Ustadz Badrusalam, Lc hafidzahullah tgl 23 Dzulhijjah 1435 / 18 Oktober 2014

Renungan Akhir Tahun

Kutbah Jum'at Masjid Nabawi 30 Dzulhijjah 1435 H - 24 Oktober 2014
Oleh : Asy-Syaikh Husain bin Abdil 'Aziz Alu Asy-Syaikh
Khutbah Pertama
Sesungguhnya seorang mukmin yang mendapatkan taufiq adalah seorang yang menjadikan perubahan kondisi-kondisi sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran. Maka iapun menghisab dirinya, ia memperbaiki kondisinya dan meluruskan arah perjalanannya. Maka binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.
Sementara kita berpisah dari tahun dan menyambut tahun yang baru –semoga Allah menjadikannya sebagai tahun yang berkah dan kebahagaiaan bagi kita-, maka wajib bagi kita untuk menghisab diri kita, sebagaimana Khalifah Umar –semoga Allah meridhoinya- berkata :
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum (amal) kalian ditimbang, karena lebih ringan bagi kalian tatkala kalian dihisab kelak, jika kalian menghisab diri kalian sekarang"
Seorang mukmin mengetahui bahwasanya kehidupan dunia ini diciptakan untuk diisi dengan ketaatan kepada Allah, mentauhidkanNya, dan untuk mewujudkan peribadatan kepadanya. Allah berfirman
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS Adz-Dzaariyaat : 56)
Dari Ibnu Umar –semoga Allah meridoinya- ia berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memegang pundakku lalu berkata :
"Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau musafir yang numpang lewat"
Ibnu Umar berkata :
"Jika telah sore maka janganlah engkau menunggu pagi, dan jika telah pagi maka janganlah engkau menunggu sore, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan manfaatkan kehidupanmu sebelum tiba kematianmu" (HR Al-Bukhari)
Maka wajib bagi kita dengan bertambahnya umur bertambah pula ketaatan dan perbuatan kebajikan, hendaknya kita mengisi tahun-tahun untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta sedekat-dekatnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya" (HR Ahmad dan At-Tirmidzi dan ia berkata : "Hadits Hasan", dan dishahihkan oleh Al-Hakim)
Diantara kedzoliman yang sangat jelas serta kerugian yang nyata adalah Allah telah menganugerahi kepada anda usia lantas anda tenggelam dalam kemaksiatan dan tetap berada pada apa yang tidak diridhoi Allah. Allah berfirman :
...
Baca selengkapnya disini:
http://firanda.com/index.php/artikel/khutbah-jum-at-masjid-nabawi-terjemahan/797-renungan-akhir-tahun

Coretan Dunia Maya

Hai Oktober ^^

"mengapa tak memilih waspada? selagi masih bisa dipilih daripada berfikir pesimis?
menyiapkan segala sesuatunya dengan mempertimbangkan A B C D bagiku lebih tepat waspada. kenapa juga kau berfikir pesimis? padahal hanya berapa sampel yang kau dapat? berapa persentase dibandingkan sisi baiknya?
kau telah terpilih menjadi pemimpin untuk memimpin kami
maka tunjukkanlah, optimalkanlah, lakukanlah hal-hal yang ingin kau lakukan sebagai pembuktian pada semua juga tentang keberadaanmu
tak usah kau ambil pusing, ini hanya awalan
di mana proses yang lain pun menunggu
percayalah permainan takdirpun Allah yang meridhoi
maka tentu Allah akan membantu
mungkin inilah cara Allah meng-hebat-kan mu" 23 Oktober 2014


"Apa saja yang telah kau perjuangkan untuk agamamu?
Sebatas menontonkah? Sebatas melihat dan tak peduli? Ataukah kau menikmati keberadaanmu sebagai kontribusi penyebaran hal-hal maksiat?
Innalillah..na'udzubillah
yaa kita sebagai hamba tak menjamin bahwa setiap yang akan kita lakukan adalah hal baik
kita tak menjamin semua itu akan berlangsung baik
tapi...jika kita tak berusaha itu pun sama saja nihil
tak ada usaha yang kita beri
bukankah Allah pula yang mengajarkan kepada kita untuk meminta pertolonganNya agar senantiasa berdzikir padaNya, bersyukur padaNya, dan memperbaiki ibadah kita
percayalah bahwa Allah akan membantu dan dengan ridhoNya lah kita bisa melakukan hal-hal demikian
semangat dan tunjukkan kontribusi kita untuk agama kita" 26 Oktober 2014


"Andai hidayah bisa ku beli, akan ku beli berkeranjang-ranjang. Ya untuk aku bagikan kepada orang-orang yang aku cinta" 27 Oktober 2014

"begitu bahagia yang merekah dan memesona saat terdengar suara ketenangan itu
itulah suara ibu
begitu bahagia saat ku menelaah hidup terlahir dari guru hebatku
itulah ayahku
begitu bahagia yang merekah dan memesona saat ditanya kabar dari ayah kecilku
itulah kakakku
begitu bahagia yang merekah dan memesona saat pesan masuk dari jagoan kecilku
itulah adikku
*lantunan doa di negeri perantauan :') ,27 Oktober 2014

Pentingnya Persatuan Kaum Muslimin Di Masa Fitnah dan Ujian

Khutbah Jum'at 17 Dzulqo'dah 1435 H di Al-Masjid An-Nabawi
Oleh : Asy-Syaikh Husain bin Abdil Aziz Alu As-Syaikh hafizohulloh (Imam Al-Masjid An-Nabawi dan Hakim di Pengadilan kota Madinah)

Khutbah Pertama :

Kaum muslimin diliputi oleh ujian-ujian yang berat, dikepung oleh berbagai macam fitnah, tidak ada yang bisa melindungi dari itu semua kecuali berlindung kepada Allah disertai dengan taubat yang tulus dan kembali kepada Allah Azza wa Jalla. Allah berfirman

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢)

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. (QS Ath-Tholaaq : 2)

Maka dengan mewujudkan ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka Allah akan menghilangkan bencana dan petaka dari kaum muslimin, Allah akan menolak kerusakan dan fitnah-fitnah dari mereka. Karenanya telah shahih dalam Shahih Muslim sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَالْهِجْرَةِ إِلَيَّ

"Ibadah di masa fitnah seperti berhijrah kepadaku"

Saudara-saudaraku, dalam kondisi seperti ini, semakin ditekankan keharusan untuk berpegang teguh kepada pokok Islam yang agung, yaitu kewajiban untuk berkumpul dalam kebenaran, saling bekerja sama dalam kebaikan, dan bersatu dalam segala hal yang bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai" (QS Ali Imron : 103).

Sungguh di setiap masyarakat muslim kita sangat butuh agara menjadi cerminan terhadap bentuk yang diinginkan oleh Islam sebagaimana yang disifatkan oleh Nabi shallallahu 'alihi wasallam

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

"Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, saling lembut di antara mereka, seperti tubuh yang satu, jika ada satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh jasad akan ikut merasakan sakit sehingga begadang dan demam" (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Juga sebagai bentuk pengamalan dari firman Allah

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar" (QS At-Taubah : 71)
...
Baca selengkapnya disini: http://firanda.com/index.php/artikel/khutbah-jum-at-masjid-nabawi-terjemahan/771-pentingnya-persatuan-kaum-muslimin-di-masa-fitnah-dan-ujian
repost dari Ustadz Firanda Andirja 15 Sept 2014

Tafsir Ibnu Katsir

Surat Annas

Pembahasan indah di pagi hari mengenai tafsir Ibnu Katsir surat An-Naas
ada dua kesimpulan yang hendak dibahas, yaitu
- Sifat Allah Rububiyyah, Mulkiyyah, dan Ilahiyyah
Penjelasan bahwa Allah adalah pemelihara segala sesuatu sekaligus sebagai Raja dan Rabb-nya.
- Perintah permohonan perlindungan seorang hamba kepada Allah dari setan Khannas
Setan Khannas adalah setan yang ditugaskan menggoda manusia karena tidak ada manusia melainkan memiliki satu teman yang senantiasa menjadi perbuatan keji nampak indah dipandang dan tak kenal lelah dalam menjalankannya.
Sebagaimana sabda Rosulullah "sesungguhnya setan itu mengalir dalam tubuh anak Adam seperti aliran darah. Dan sesungguhnya aku khawatir dia akan memasukkan sesuatu ke dalam hati kalian berdua (kejahatan)" (Kitab Ash shahihain)
Maka perlu waspada dalam diri kita untuk membiarkannya tumbuh berkembang menguasai kita atau mengkerdilkannya dengan berbuat baik atas pertolongan dan ridho Allah dan berlindung kepada Allah. Hidup adalah pilihan, bersiaplah dengan konsekuensi yang akan didapat, dan jadilah pemilih yang bijak.
(Tafsir Ibnu Katsir)

Ustadz Felix Kritisi Film Dracula Untold

Fakta Dracula Untold

Padahal, faktanya sejak belia Vlad III Dracul (Dracula) sudah disumpah dalam Ordo Naga yang dibentuk untuk memerangi kaum Muslim. Vlad III juga tidak pernah menguasai Transylvania, namun wilayah yang diwariskan kepadanya adalah wilayah Wallachia, Rumania. Dia adalah anak dari Vlad II yang menyerah kepada kekuasaan Kesultanan Turki Utsmani pada masa Murad II, ayah Mehmed II. Mehmed II dan Dracula memang berseteru, namun Mehmed tidak pernah mati di tangan Dracula. Yang terjadi justru sebaliknya, Dracula yang kalah dalam perseteruan dengan Mehmed II.
"Menurut saya, kisah tentang Dracula yang dibuat di Hollywood itu seperti menyudutkan Islam. Dari segi waktu, tidak tepat, dari segi sejarah juga banyak sekali yang dipelintir, banyak tokoh-tokoh yang terdistorsi, dan akhirnya berujung pada penggambaran yang tidak sebenarnya," ujar Ustaz Felix kepada Metrotvnews.com.
http://hiburan.metrotvnews.com/read/2014/10/21/308162/ustaz-felix-siauw-kritisi-film-dracula-untold

Selasa, 21 Oktober 2014

Sepucuk Surat untuk Sahabat

Seorang sahabat pernah mengirimkan sebuah pesan yang penuh makna. Isi pesan itu adalah:
"Sahabat, dengarkanlah sejenak!
Diriwayatkan, bahwa: Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
"Yaa Rabb, Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia, Shalat bersama kami, Puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,"
Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah." (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")
Al-Hasan Al-Bashri berkata,
"Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mu'min-mu, karena Mereka memiliki Syafa'at pada hari kiamat."
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis,
"Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka bertanyalah kepada Allah ta'ala tentang aku, "Wahai Rabb Kami, Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu."
Sahabatku, mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang Allah Ta'ala, agar aku dapat besamamu kelak di Surga & meraih Ridha-Nya..
Aku memohon kepada-Mu. Karuniakanlah kepadaku Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk, patuh & taat kepada Syariat-Mu.
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu.
Aamiin...
(Cuplikan kajian Ustadz Badru Salam)

Point-Point Penting Hamil di Luar Nikah

Wahai wanita, salah satu makhluk terindah Allah. Allah pun selalu memberi sarana atau jalan untuk kemulian padamu, kenapa kau seperti itu?
Perhatikanlah beberapa point penting persoalan hamil di luar nikah ini, yaitu:

- Janin Hasil Zina Tidak Boleh Digugurkan
Janin sama sekali tidak menanggung dosa orang tuanya. Baik dari hasil zina ataupun bukan. Karena itu menggugurkannya adalah sebuah kezaliman dan kejahatan. Allah berfirman,
“Dan apabila anak-anak yang dibunuh itu ditanya, dengan sebab dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir: 8 – 9)
Bisakah Anda bayangkan, jawaban apa yang akan Anda sampaikan di hadapan Allah, ketika ditanya apa alasanmu membunuh anakmu?

- Anak hasil zina dinisbahkan kepada ibunya dan Tidak Boleh Kepada Bapaknya
Alasannya karena bapak biologis bukanlah bapaknya. Ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abdullah bin Amr bin Ash, beliau mengatakan,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keputusan bahwa anak dari hasil hubungan dengan budak yang tidak dia miliki, atau hasil zina dengan wanita merdeka TIDAK dinasabkan ke bapak biologisnya dan tidak mewarisinya… (HR. Ahmad, Abu Daud, dihasankan Al-Albani serta Syuaib Al-Arnauth).
Berdasarkan keterangan di atas, para ulama menyimpulkan bahwa anak hasil zina SAMA SEKALI bukan anak bapaknya. Karena itu, tidak boleh di-bin-kan ke bapaknya.
Bagaimana jika di-bin-kan ke bapaknya?
Hukumnya terlarang bahkan dosa besar. Ini berdasarkan hadis dari Sa’d, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang mengaku anak seseorang, sementara dia tahu bahwa itu bukan bapaknya maka surga haram untuknya.” (HR. Bukhari no. 6385)
Karena bapak biologis bukan bapaknya maka haram hukumnya anak itu di-bin-kan ke bapaknya.
Bagaimana dengan nasabnya?
Karena anak ini tidak punya bapak, maka dia dinasabkan ke ibunya, misalnya: paijo bin fulanah. Sebagaimana Nabi Isa ‘alaihis salam di-bin-kan ke ibunya, Isa bin Maryam (dari sudut pandang penasaban).

- Wali Nikah (jika anak hasil zinanya adalah perempuan, maka laki-laki yg menzinai ibu tersebut bukanlah sebagai wali)
Jika anak yang terlahir adalah perempuan, maka anak ini tidak punya wali dari pihak keluarganya. Karena dia tidak memiliki bapak, sehingga tidak ada jalur keluarga dari pihak bapak. Sementara wali nikah hanya ada dari pihak keluarga bapak. Karena itu, wali nikah pindah ke hakim (KUA). Penjelasan selengkapnya tentang wali nikah telah dikupas di alamat:http://konsultasisyariah.com/urutan-wali-nikah

- Laki-Laki yang Menzinai Hingga Hamil, Tidak Boleh Menikahi Wanita Tersebut Sampai Melahirkan
Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Wanita hamil tidak boleh diajak berhubungan sampai dia melahirkan.” (HR. Abu Daud, Ad-Darimi, dan disahihkan Al-Albani)
Laki-laki yang berzina dengan wanita, bukanlah suaminya. Sementara pengecualian yang boleh melakukan hubungan badan dengan wanita hamil adalah suami. Sebagaimana yang pernah di jelaskan di:http://konsultasisyariah.com/menggauli-istri-yang-sedang-hamil. Karena konsekwensi nikah, yaitu halalnya hubungan badan, tidak ada. Oleh karena itu, nikah dalam kondisi demikian hukumnya tidak sah.

- Pernikahan Tidaklah Menghilangkan Dosa Zina
Dosa zina tidak bisa hilang hanya dengan menikah. Jangan sampai Anda punya anggapan bahwa dengan menikah berarti pelaku zina telah mendapatkan ampunan. Dosa zina bisa hilang dengan taubat yang sungguh-sungguh. Seseorang akan tetap dianggap sebagai PEZINA selama dia belum bertaubat dari dosa zina.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, seperti orang yang tidak melakukan dosa.” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dan dishahihkan Al-Albani)
Untuk bisa disebut sebagai orang yang telah bertaubat, dia harus membuktikan bentuk penyesalannya dalam kehidupannya, di antaranya:
Dia merasa sangat sedih dengan perbuatannya.
Meninggalkan semua perbuatan yang menjadi pemicu zina, seperti melihat gambar atau film porno.
Meninggalkan komunitas dan teman yang menggiring seseorang untuk kembali berzina. Seperti pergaulan bebas, teman yang tidak menjaga adab bergaul, suka menampakkan aurat, dst..
Berusaha mencari komunitas yang baik, yang menjaga diri, dan hati-hati dalam pergaulan.
Berusaha membekali diri dengan ilmu syar’i. Karena inilah yang akan membimbing manusia menuju jalan kebenaran.
Berusaha meningkatkan amal ibadah, sebagai modal untuk terus bersabar dalam menahan maksiat.

- Laki-Laki dan Wanita yang Berzina Tidak Boleh Menikah Sampai Bertaubat
Allah mengharamkan laki-laki yang baik untuk menikah dengan wanita pezina, dan sebaliknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Lelaki pezina tidak boleh menikah, kecuali dengan wanita pezina atau wanita musyrik. Demikian pula wanita pezina tidak boleh menikah kecuali dengan lelaki pezina atau lelaki musyrik. Dan hal itu diharamkan bagi orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 3)
Selama pelaku zina itu belum bertaubat dengan sungguh-sungguh maka gelar pezina akan senantiasa melekat pada dirinya. Selama gelar ini ada, dia tidak diperkenankan menikah dengan pasangannya, sampai dia bertaubat.
Allahu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Taat Beragama atau Fanatik Beragama

Banyak orang bilang, jika ada seorang yang taat menjalankan syariat-Nya itu seringnya mendapatkan predikat “fanatik dalam beragama”. Iya, fanatik itu memang bisa bermakna positif dan juga negatif. Akan tetapi, kesannya fanatik beragama itu bukan lagi bermakna positif, malah justru stigma negatif. Karena yang dimaksud pemberi predikat gratis adalah si “berusaha taat” itu sudah berlebihan atau “saklek” dalam melaksanakan peri kehidupan beragama. Fanatik itu sebenarnya apa sih?
fa.na.tik
[a] teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb): tokoh partai itu berada di tengah-tengah pengikutnya yg (sumber: KBBI)
Kalau ada orang yang fanatik warna; fanatik grup band; fanatik brand tertentu dan fanatisme yang lainnya, orang jarang ribut berkomentar. Mereka akan cenderung bisa mentolerir atas nama “kebebasan individu” dan HAM. Akan tetapi, beda halnya jika berpegang teguh menjalankan syariat, yang begini langsung mendapat cap “fanatik” dan itu seringnya akan diributkan. Sobat, mari kita simak kembali ketika Allaah telah berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (Qs. Al-Baqarah: 208)
Seorang pakar ilmu tafsir yang sudah tidak asing lagi di telinga dan penglihatan kita yakni Al-Hafizh Ibnu Katsir menerangkan tentang tafsir ayat di atas,
“Allah Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya untuk beriman kepada-Nya dan membenarkan risalah utusan-Nya agar mereka melaksanakan seluruh kewajiban dan syariat Islam, menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan seluruh larangan-Nya sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.”
Jadi, ketika ada seseorang yang berjuang keras dalam berpegang teguh menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, itu lebih tepat dikatakan “berusaha taat”/takwa/komitmen/iltizam/istiqamah di atas syariat-Nya. Bukan malah dibilang fanatik yang memiliki konotasi negatif. Justru seharusnya orang-orang yang seperti itu malah didukung atau malah kita bergabung bersama dalam ketaatan, bukan malah dicemooh atau dikatai fanatik; ekstrimis; fundamentalis garis keras; teroris. Bukankah kita juga sama-sama memeluk Islam dan diperintahkan untuk berislam secara kaaffah/keseluruhan?
http://muslimah.or.id/manhaj/taat-beragama-fanatik-beragama.html

Taat kepada Pemerintah

# Mentaati pemerintah / ulil amri
Saudaraku seiman, baru beberapa jam yang lalu presiden baru indonesia telah dilantik, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebagai rakyat indonesia yaitu kewajiban mentaati pemerintah dalam perkara yang bukan maksiat, serta mendo'akan kebaikan untuknya.
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allâh dan ta'atilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. [an-Nisâ’/4: 59]
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
Barangsiapa keluar dari ketaatan (penguasa-pen) dan memisakan diri dari Jama’ah (umat Islam yang dipimpin penguasa-pen) lalu dia mati, melainkan dia mati dengan keadaan kematian jahiliyah. [ HR. Muslim (no. 1849 (56) ]
Imam al-Barbahâri rahimahullah berkata :
Kita ini diperintahkan untuk mendoakan kebaikan untuk mereka (penguasa) dan kita tidak diperintahkan mendoakan keburukan buat mereka, walaupun mereka menyimpang dan berbuat zhalim. Karena penyimpangan mereka menimpa mereka sendiri, sedangkan kebaikan mereka adalah untuk mereka dan kaum Muslimin. [Syarhus Sunnah, hlm. 15]
-------------------------------
www.TausiyahAgama.tk | via, A
lmanhaj.or.id | WA: 085725643723 | BBM: 7F94C82E

Kamis, 16 Oktober 2014

Takdir Harus Mempertemukan Kita

ketika takdir menyapa...
kau sedang apa, ada di mana, dengan siapa
sungguh itu tak mempengaruhi ku
ketika takdir telah menetapkan aku menjemputmu
maka kau pun tak ada kuasa untuk menolakku
sungguh..
biarpun kau berlari
menghindar untuk pergi
tak akan berarti apa apa bagiku
aku akan tetap bisa menemukanmu
dan membuatmu ikut dengan ku
aku yakin
kau....iya kau...
kau tau bahwa aku memang seperti itu
tapi nyatanya kenapa kau berbuat seperti itu
tak menyiapkan diri saat aku siap menjemputmu
kenapa kau tak berparas cerah dan bersih
sehingga aku tak membuatmu sakit yang terasa pedih
inilah takdir duhai hamba
takdir kepastian bahwa aku menjemputmu begitu mudah
meski seluruh manusia menolaknya
tetap kau bisa aku bawa ke suatu tempat yang berbeda
yaa, inilah aku kematian yang akan menimpa dari tiap hamba yang bernyawa
bersiaplah....
selagi kau bisa mempersiapkan keadaan baik ketika takdir mempertemukan
dan.....
meridhoi kita untuk pergi ke tempat seharusnya