Aisyah : Sahabat Viddy, baik, tegar, pemberi motivasi, penyayang dan
pengertian.
Viddy : Sahabat Aisyah, baik, tegar, penasehat, peka dan penyayang.
Haris : Sahabat Faris dan Aris serta jail.
Aris : Sahabat Faris dan Haris serta jail.
Faris : Sahabat Haris dan Aris serta pemalu.
Sista : Saudara kembar Gista dan Vista, baik, peduli, mengalah.
Gista : Saudara kembar Sista dan Vista, baik dan bertanggung jawab.
Vista : Saudara kembar Sista dan Gista, baik dan amanah.
Babeh : Pembina PMR, baik, friendly
dan penyayang.
Ibu Aisyah : Tegar.
Setiap
manusia pasti bertumbuh dan berkembang, karena itu adalah kodrat dari Allah
SWT. Lalu masa yang paling menarik adalah masa remaja. Ada dua sejoli anak cucu
Adam yang telah bersahabat sejak takdir menemukan mereka berdua di dunia SMA.
Viddy : Aduh, panas pula pulang sekolah hari ini. Hantam
es krim yu?
Aisyah : Hayu, tapi kamu yang traktir yaa haha. (berjalan
menuju Smilemart)
Viddy : Sip, berapa sii? (tersenyum sok)
Setelah
makan es krim, kedua joli itu naik angkot.
Viddy : Kenapa kau? Tak bergairah sekali. (senggol
bahu Aisyah)
Aisyah : Waah emang kelihatan yaa? Hahaha. Kamu ini
kaya mbah dukun.
Viddy : Idiuuh, maksud lhoo? Kenapa kau? Cakap laah.
Aisyah : Tak laah. Nanti kamu tau haha.
Viddy : Serius laa.
Aisyah : Kadang bingung, apa kita perlu yaa menjadi
dewasa? Jika boleh memilih saya pengen nebeng lebih lama di rahim ibu, karena
kata Allah itu adalah tempat yang paling aman dan kokoh.
Viddy : Waah kasian ibu laa, capek macam tu ckck.
Yaa sakarang memang kita bercakap seperti itu, karena kita remaja. Remaja masa
yang terombang ambing di mana kita harus cari punya dasar kuat. Menata hati
juga cukup sulit. Untuk itu perlu kita dewasa, karena dengan dewasa kita mampu
menyelesaikan masalah tanpa “galau” khas remaja. Dan yaa tak mungkin laa, jika
kita dewasa tanpa remaja karena kita tak kan belajar. Dewasa di sini adalah
secara pemikiran. Betul, jika boleh saya juga mau nebeng di rahim. Tapi hidup
mesti seperti ini. Yakinlaah Allah itu Maha Penyayang terhadap orang-orang
muslim, berpegang teguhlah di jalanNya maka kita takan terombang-ambing, ingat
dengan kata-kata “Dzikrullaah..Fadzakkir..Fainna dzikro tatmainnul qulub”
artinya “ berdzikirlah..karena denganNya hati menjadi tenang”.
Aisyah : Waah saya hanya berapa kalimat, kamu jawab
novel hahaha. Siap ustadzah! Bersyukur Allah memberi teman macam kau (logat
Viddy).
Viddy : Yaa harus tu bersyukur sama Allah, macam
mana pula kau ikut logat saya wuu.
Akhirnya
keduanya telah sampai di rumah nya masing-masing. Aisyah tercipta menjadi
seorang yang kritis. Di rumah dia terus berpikir dengan lontaran kata-kata
Viddy.
Aisyah : Sebenarnya secara konsep, sangatlah mudah
menjalani hidup. Tapi secara nyata begitu sulit. Layaknya memainkan game,
sebelum bermain kita harus tahu tata tertibnya, lalu menjalankan tata tertib
tersebut agar tidak “Game Over”. Yaa pemikiran atau hasil cipta manusia itu
pasti berasal dari sesuatu yang ada, lain hal dengan Allah yang menciptakan
sesuatu yang baru. Great! Saya tidak boleh game over.
Besoknya
sepulang sekolah…
Viddy : Eh Subhanallah sekali yaa, tadi pelajaran
Al-Qur’an. Manusia…ckckck
Aisyah : Ya ya, kadang sedih juga jadi manusia ckck.
Padahal Allah udah percaya sama kita makanya dijadikan khalifah sebelumnya
berbincang-bincang pula dengan malaikat huufft (menghela nafas). Tapi kenapa
malah kita juga yang merusak bumi ini. Ampunkan daku dan seluruh manusia yang
di bumi Ya Allah (sedih).
Viddy : Aamiin Ya Allah. Maaf jika diri ini
mendahulukan emosi yang tak dibarengi pemikiran hati. Duha dulu yuu? Doa sama
Allah (tersenyum).
Setelah
melakukan duha, mereka bertemu dengan gerombolan manusia yang bernama Lupa Nama
(LN) yaitu Faris, Haris dan Aris.
Haris
dan Aris : Aisyah…(serentak)
Aisyah : Dalem.
Haris
dan Aris : Ada yang suka lho…(serentak)
Faris : Apaan si kalian? (berbisik)
Aisyah : (hanya tersenyum)
Berlalulah
Aisyah dan Viddy dari LN, Viddy pun menyindir Aisyah.
Viddy : Ciee, ekhem ada fans Aisyah nih. (sambil
senggol bahu Aisyah)
Aisyah : Apaan sih, biasa aja week :p
Viddy : Are you sure? Haha
Aisyah : Yeah, cukuplah vid. Saya sedang mengolah hati
tau, belum siap ama yang begituan.
Viddy : Eitss, mantap! Betul betul betul. Jadilah
bunga yang mampu menjaga madu dan keindahannya dari kumbang-kumbang. Cukuplah
kupu-kupu saja yang akan melakukan tersebut. (tersenyum)
Aisyah : Maksud anda? (muka heran)
Viddy : Helloo,
temanku ini bagaimana. Juara mah di kelas, tapi agak lama nyambung :P
Aisyah : Jangan bawa-bawa juara kelas deh :P
Viddy : Yaa
sayang, cuma bercanda hahaha. Yaa ibaratkan kita sebagai perempuan adalah
bunga, bunga mempunyai madu dan mahkota yang indah. Saat kita berbunga atau
saat kita menjadi perempuan yang mulai paham kedewasaan cukuplah kupu-kupu
yaitu sesuatu yang indah menjadi penyerbuk ibarat suami yang insya Allah
terbaik dari Allah, bukanlah kumbang-kumbang yaitu ada sesuatu yang mengerikan
ibarat laki-laki yang hanya mempermainkan wanita.
Aisyah : Oh, gitu. Tapi serem juga si, bahasa kamu.
Dah say amah jadi takut hahaha
Viddy : Idiuuh, memang saya nih hantu apa?
Aisyah : Peace coy ^^v
Yaa
seperti itulah keseharian yang dilalui kedua joli tersebut, penuh dengan
keceriaan, berpikir positif dan selalu mecoba untuk memprioritaskan Allah.
Suatu
hari ayah dan ibu Aisyah pergi ke Aceh untuk menengok nenek Aisyah yang sedang
sakit, karena Aisyah sekarang SMA jadi dia tidak ikut ke Aceh dan dia memilih
tetap berangkat sekolah. Memang, ayah dan ibu nya pergi hanya dalam waktu yang
sebentar tidak sampai berminggu-minggu.
Di
kantin sekolah…
Aisyah : Uuh, sepi nih di rumah sama bibi aja.
Viddy : Pada kemana semua laa? Ayah dan ibu kau?
Tidak sampai hati kan minggat?
Aisyah : Yaa tentu, masa ya minggat? Mereka kunjungi
oma yang sedang sakit.
Viddy : Hmm, semoga cepat sembuh yaa.
Aisyah : Aamiin.
Sedang
asyik nya makan, tiba-tiba hp Aisyah getar…
Aisyah : Ada cememes ni, hp saya geter.
Viddy : Dilihat laah, masa kau diam saja hanya
bercakap macam tu.
Aisyah : Njee ndoro.
Ternyata
sms dari ibu nya, lalu entah kenapa tetes air mata jatuh dan tiba-tiba Aisyah
pingsan.
Viddy : Ya Allah, Aisyah Aisyah Aisyah (panik).
Sista, gista, vista kalian PMR. Tolong bantu saya angkat Aisyah ke ruang UKS.
Sista,
Gista, Vista : Siap
Sampai
di UKS…
Sista : Gista ambil minyak kayu putih, Vista kamu
panggil Pembina PMR. Saya di sini dengan Viddy akan mencoba mengurut kakinya
atau tangannya.
Gista
dan Vista : baik ka!
Sista : Viddy, ada apa dengan Aisyah? Sampai
pingsan gini?
Viddy : Saya juga tidak tahu, saat baca cememes dia
pingan.
Sista : Cememes? Maksudnya? Sms bukan?
Viddy : Yaa maksudnya sms hhehehe.
Sista : Orang tuu, memang apa isi sms nya?
Setelah membaca sms tersebut Viddy menangis, kondisi seperti itu membuat Sista tambah bingung.
Sista : Vid, kenapa? Ko nangis? Emang apa isinya?
Viddy : Ternyata Aisyah pingsan karena shock dengan
sms Ibu nya, bahwa Ayah Aisyah meninggal gara-gara kecelakaan (tersedu-sedu)
Sista : Innalillaah… Semoga Allah memberi
kesabaran untuk Aisyah dan keluarganya.
Viddy : Aamiin. Eh bagaimana pula saudara-saudaramu
tak kunjung kembali?
Gista : Helloo, segini saya sudah pijat-pijat.
Vista coy… Saya bingung ni, Aisyah tak kunjung sadar ckck
Vista : Assalammu’alaikum, sorry girls lama. Cari
Babeh (Pembina PMR) ga ketemu-ketemu.
Babeh : Maaf yaa, bapak lagi di masjid.
Viddy : Yaa, ga papa pak. Ini gimana Aisyah pingsan,
ga sadar-sadar ckck
Babeh : Sini bapak coba bangunin.
Setelah
beberapa menit, akhirnya Aisyah terbangun dari pingsannya.
Viddy : Nyenyak banget kau ni tak bangun-bangun
(khawatir).
Aisyah : Hehe sorry. BTW hp saya di mana?
Sista : Ini say hp mu (tersenyum)
Babeh : Aisyah, kau itu murid yang tegar. Babeh
percaya kamu pasti mampu melalui ujian ini. Inget lho, apa yang ada dalam diri
kita itu titipan. Jadi kita harus ikhlas dan siap kapan saja titipan itu akan
diambil pemiliknya. Babeh juga yakin Ibu mu termasuk Ibu yang luar biasa.
Sebenarnya Ibu mu tu sangat sedih akan kejadian tersebut. Tapi dia berusaha
tegar dan menegarkanmu serta tak mau terlihat sedih di depanmu. Oleh karena
itu, kamu harus membuat tegar Ibu mu dan menjadi anak yang luar biasa layaknya
ibumu.
Viddy : Yaa Aisyah, lagian kamu masih punya kita
semua yang menemani kamu dan menyayangi kamu walaupun tidak sama dengan kasih
sayang Ayah mu.
Gista,
Sista dan Vista : betul betul betul (gaya Upin dan Ipin)
Aisyah : Makasih semuanya. (tersenyum)
Tiga
hari setelah meninggalnya Ayah Aisyah ada problem yang menimpa Viddy dan Sista,
keduanya suka dengan laki-laki yang sama yaitu Haris.
Viddy
: Kenapa mesti terjadi Ya Allah…
Sista : Maaf Vid, bukan maksud saya membuat kamu
kecewa. Saya gatau kalo kamu ternyata suka dia.
Viddy : Yaa, tenang saja. Ini semua akan terlupakan.
Sista : Maaf. Apa yang bisa saya perbuat untuk
terhapusnya salah saya ini?
Viddy : All is well, saya hanya butuh waktu. Please,
leave me alone.
Sista : Maaf Vid
Akhirnya
Sista pun meninggalkan Viddy, lalu Aisyah datang menemani Viddy.
Aisyah : Kuatkan hati mu sayang, kamu kan cewek tegar
yang saya kenal. Kenapa kamu cengeng gini?
Viddy : Bukan itu yang ku tangisi. Kenapa ini terjadi
dengan saya?
Aisyah : Sadarkah kamu wahai sahabatku. Saat kita
susah kita sering berkata “kenapa ini terjadi kepada saya?” Tetapi pernahkah
saat bahagia kita berkata “kenapa ini terjadi kepada saya?”
Viddy : Betul juga apa yang kamu sampaikan, lalu saya
mesti gimana? Saya sangat bingung ckck
Aisyah : Bersyukurlah sayang.
Viddy : Tapi saya bagaikan dinding butuh dinding
karena saya akan mati jika tertembak peluru, saya bagaikan batu butuh cangkang
atau sesuatu yang dapat menghalangi saya dari hujan agar tidak rapuh.
Aisyah : Kamu boleh menganggap saya seperti itu kawan.
Saya tau betapa sulitnya menghadapi permasalahan terutama masalah hati. Tetapi
walaupun susah, kamu harus terus berusaha untuk tegar atas semuanya. Seperti
kamu berusaha naik ke atas tebing, kamu berusaha mencapai puncaknya agar kamu
bisa mendapatkan keindahan atau kebahagiaan dari itu meskipun keringat
bercucuran, tangan gemeteran bahkan kau hamper jatuh. Tapi yakinlah ada Allah
dan orang-orang yang menyayangimu di bawah atau di belakangmu untuk membantumu
sekuat tenaga sampai ke atas puncak. Bersama kita lewati kesusahan dan
kebahagiaan akan kita dapatkan.
Viddy : Thanks sobat. Ana uhibbukfillaah J
Aisyah : Saya juga mencintaimu karena Allah juga.
Setelah
beberapa masalah yang mereka hadapi. Kini mereka hidup bersahabat dengan baik
walaupun secara territorial mereka tidak kuliah dalam daerah yang sama. Semoga
dari cerita tersebut, kita dapat mengambil pesan dan dapat menerapkannya. :)