Senin, 11 Juni 2012

Naiklah dan Capai Keindahan

Aisyah : Sahabat Viddy, baik, tegar, pemberi motivasi, penyayang dan pengertian.
Viddy   : Sahabat Aisyah, baik, tegar, penasehat, peka dan penyayang.
Haris   : Sahabat Faris dan Aris serta jail.
Aris      : Sahabat Faris dan Haris serta jail.
Faris    : Sahabat Haris dan Aris serta pemalu.
Sista     : Saudara kembar Gista dan Vista, baik, peduli, mengalah.
Gista    : Saudara kembar Sista dan Vista, baik dan bertanggung jawab.
Vista    : Saudara kembar Sista dan Gista, baik dan amanah.
Babeh : Pembina PMR, baik, friendly dan penyayang.
Ibu Aisyah : Tegar.

Setiap manusia pasti bertumbuh dan berkembang, karena itu adalah kodrat dari Allah SWT. Lalu masa yang paling menarik adalah masa remaja. Ada dua sejoli anak cucu Adam yang telah bersahabat sejak takdir menemukan mereka berdua di dunia SMA.
Viddy  : Aduh, panas pula pulang sekolah hari ini. Hantam es krim yu?
Aisyah : Hayu, tapi kamu yang traktir yaa haha. (berjalan menuju Smilemart)
Viddy  : Sip, berapa sii? (tersenyum sok)
Setelah makan es krim, kedua joli itu naik angkot.
Viddy  : Kenapa kau? Tak bergairah sekali. (senggol bahu Aisyah)
Aisyah : Waah emang kelihatan yaa? Hahaha. Kamu ini kaya mbah dukun.
Viddy  : Idiuuh, maksud lhoo? Kenapa kau? Cakap laah.
Aisyah : Tak laah. Nanti kamu tau haha.
Viddy  : Serius laa.
Aisyah : Kadang bingung, apa kita perlu yaa menjadi dewasa? Jika boleh memilih saya pengen nebeng lebih lama di rahim ibu, karena kata Allah itu adalah tempat yang paling aman dan kokoh.
Viddy  : Waah kasian ibu laa, capek macam tu ckck. Yaa sakarang memang kita bercakap seperti itu, karena kita remaja. Remaja masa yang terombang ambing di mana kita harus cari punya dasar kuat. Menata hati juga cukup sulit. Untuk itu perlu kita dewasa, karena dengan dewasa kita mampu menyelesaikan masalah tanpa “galau” khas remaja. Dan yaa tak mungkin laa, jika kita dewasa tanpa remaja karena kita tak kan belajar. Dewasa di sini adalah secara pemikiran. Betul, jika boleh saya juga mau nebeng di rahim. Tapi hidup mesti seperti ini. Yakinlaah Allah itu Maha Penyayang terhadap orang-orang muslim, berpegang teguhlah di jalanNya maka kita takan terombang-ambing, ingat dengan kata-kata “Dzikrullaah..Fadzakkir..Fainna dzikro tatmainnul qulub” artinya “ berdzikirlah..karena denganNya hati menjadi tenang”.
Aisyah : Waah saya hanya berapa kalimat, kamu jawab novel hahaha. Siap ustadzah! Bersyukur Allah memberi teman macam kau (logat Viddy).
Viddy  : Yaa harus tu bersyukur sama Allah, macam mana pula kau ikut logat saya wuu.
Akhirnya keduanya telah sampai di rumah nya masing-masing. Aisyah tercipta menjadi seorang yang kritis. Di rumah dia terus berpikir dengan lontaran kata-kata Viddy.
Aisyah : Sebenarnya secara konsep, sangatlah mudah menjalani hidup. Tapi secara nyata begitu sulit. Layaknya memainkan game, sebelum bermain kita harus tahu tata tertibnya, lalu menjalankan tata tertib tersebut agar tidak “Game Over”. Yaa pemikiran atau hasil cipta manusia itu pasti berasal dari sesuatu yang ada, lain hal dengan Allah yang menciptakan sesuatu yang baru. Great! Saya tidak boleh game over.
Besoknya sepulang sekolah…
Viddy  : Eh Subhanallah sekali yaa, tadi pelajaran Al-Qur’an. Manusia…ckckck
Aisyah : Ya ya, kadang sedih juga jadi manusia ckck. Padahal Allah udah percaya sama kita makanya dijadikan khalifah sebelumnya berbincang-bincang pula dengan malaikat huufft (menghela nafas). Tapi kenapa malah kita juga yang merusak bumi ini. Ampunkan daku dan seluruh manusia yang di bumi Ya Allah (sedih).
Viddy  : Aamiin Ya Allah. Maaf jika diri ini mendahulukan emosi yang tak dibarengi pemikiran hati. Duha dulu yuu? Doa sama Allah (tersenyum).
Setelah melakukan duha, mereka bertemu dengan gerombolan manusia yang bernama Lupa Nama (LN) yaitu Faris, Haris dan Aris.
Haris dan Aris : Aisyah…(serentak)
Aisyah : Dalem.
Haris dan Aris : Ada yang suka lho…(serentak)
Faris    : Apaan si kalian? (berbisik)
Aisyah : (hanya tersenyum)
Berlalulah Aisyah dan Viddy dari LN, Viddy pun menyindir Aisyah.
Viddy  : Ciee, ekhem ada fans Aisyah nih. (sambil senggol bahu Aisyah)
Aisyah : Apaan sih, biasa aja week :p
Viddy  : Are you sure? Haha
Aisyah : Yeah, cukuplah vid. Saya sedang mengolah hati tau, belum siap ama yang begituan.
Viddy  : Eitss, mantap! Betul betul betul. Jadilah bunga yang mampu menjaga madu dan keindahannya dari kumbang-kumbang. Cukuplah kupu-kupu saja yang akan melakukan tersebut. (tersenyum)
Aisyah : Maksud anda? (muka heran)
Viddy  :  Helloo, temanku ini bagaimana. Juara mah di kelas, tapi agak lama nyambung :P
Aisyah : Jangan bawa-bawa juara kelas deh :P
Viddy  :  Yaa sayang, cuma bercanda hahaha. Yaa ibaratkan kita sebagai perempuan adalah bunga, bunga mempunyai madu dan mahkota yang indah. Saat kita berbunga atau saat kita menjadi perempuan yang mulai paham kedewasaan cukuplah kupu-kupu yaitu sesuatu yang indah menjadi penyerbuk ibarat suami yang insya Allah terbaik dari Allah, bukanlah kumbang-kumbang yaitu ada sesuatu yang mengerikan ibarat laki-laki yang hanya mempermainkan wanita.
Aisyah : Oh, gitu. Tapi serem juga si, bahasa kamu. Dah say amah jadi takut hahaha
Viddy  : Idiuuh, memang saya nih hantu apa?
Aisyah : Peace coy ^^v
Yaa seperti itulah keseharian yang dilalui kedua joli tersebut, penuh dengan keceriaan, berpikir positif dan selalu mecoba untuk memprioritaskan Allah.
Suatu hari ayah dan ibu Aisyah pergi ke Aceh untuk menengok nenek Aisyah yang sedang sakit, karena Aisyah sekarang SMA jadi dia tidak ikut ke Aceh dan dia memilih tetap berangkat sekolah. Memang, ayah dan ibu nya pergi hanya dalam waktu yang sebentar tidak sampai berminggu-minggu.

Di kantin sekolah…
Aisyah : Uuh, sepi nih di rumah sama bibi aja.
Viddy  : Pada kemana semua laa? Ayah dan ibu kau? Tidak sampai hati kan minggat?
Aisyah : Yaa tentu, masa ya minggat? Mereka kunjungi oma yang sedang sakit.
Viddy  : Hmm, semoga cepat sembuh yaa.
Aisyah : Aamiin.
Sedang asyik nya makan, tiba-tiba hp Aisyah getar…
Aisyah : Ada cememes ni, hp saya geter.
Viddy  : Dilihat laah, masa kau diam saja hanya bercakap macam tu.
Aisyah : Njee ndoro.
Ternyata sms dari ibu nya, lalu entah kenapa tetes air mata jatuh dan tiba-tiba Aisyah pingsan.
Viddy  : Ya Allah, Aisyah Aisyah Aisyah (panik). Sista, gista, vista kalian PMR. Tolong bantu saya angkat Aisyah ke ruang UKS.
Sista, Gista, Vista : Siap
Sampai di UKS…
Sista    : Gista ambil minyak kayu putih, Vista kamu panggil Pembina PMR. Saya di sini dengan Viddy akan mencoba mengurut kakinya atau tangannya.
Gista dan Vista : baik ka!
Sista    : Viddy, ada apa dengan Aisyah? Sampai pingsan gini?
Viddy  : Saya juga tidak tahu, saat baca cememes dia pingan.
Sista    : Cememes? Maksudnya? Sms bukan?
Viddy  : Yaa maksudnya sms hhehehe.
Sista    : Orang tuu, memang apa isi sms nya?

Viddy  : Saya belum lihat laa, saya lihat dulu sekarang.
Setelah membaca sms tersebut Viddy menangis, kondisi seperti itu membuat Sista tambah bingung.
Sista    : Vid, kenapa? Ko nangis? Emang apa isinya?
Viddy  : Ternyata Aisyah pingsan karena shock dengan sms Ibu nya, bahwa Ayah Aisyah meninggal gara-gara kecelakaan (tersedu-sedu)
Sista    : Innalillaah… Semoga Allah memberi kesabaran untuk Aisyah dan keluarganya.
Viddy  : Aamiin. Eh bagaimana pula saudara-saudaramu tak kunjung kembali?
Gista    : Helloo, segini saya sudah pijat-pijat. Vista coy… Saya bingung ni, Aisyah tak kunjung sadar ckck
Vista    : Assalammu’alaikum, sorry girls lama. Cari Babeh (Pembina PMR) ga ketemu-ketemu.
Babeh  : Maaf yaa, bapak lagi di masjid.
Viddy  : Yaa, ga papa pak. Ini gimana Aisyah pingsan, ga sadar-sadar ckck
Babeh  : Sini bapak coba bangunin.
Setelah beberapa menit, akhirnya Aisyah terbangun dari pingsannya.
Viddy  : Nyenyak banget kau ni tak bangun-bangun (khawatir).
Aisyah : Hehe sorry. BTW hp saya di mana?
Sista    : Ini say hp mu (tersenyum)
Babeh  : Aisyah, kau itu murid yang tegar. Babeh percaya kamu pasti mampu melalui ujian ini. Inget lho, apa yang ada dalam diri kita itu titipan. Jadi kita harus ikhlas dan siap kapan saja titipan itu akan diambil pemiliknya. Babeh juga yakin Ibu mu termasuk Ibu yang luar biasa. Sebenarnya Ibu mu tu sangat sedih akan kejadian tersebut. Tapi dia berusaha tegar dan menegarkanmu serta tak mau terlihat sedih di depanmu. Oleh karena itu, kamu harus membuat tegar Ibu mu dan menjadi anak yang luar biasa layaknya ibumu.
Viddy  : Yaa Aisyah, lagian kamu masih punya kita semua yang menemani kamu dan menyayangi kamu walaupun tidak sama dengan kasih sayang Ayah mu.
Gista, Sista dan Vista : betul betul betul (gaya Upin dan Ipin)
Aisyah : Makasih semuanya. (tersenyum)
Tiga hari setelah meninggalnya Ayah Aisyah ada problem yang menimpa Viddy dan Sista, keduanya suka dengan laki-laki yang sama yaitu Haris.
Viddy : Kenapa mesti terjadi Ya Allah…
Sista    : Maaf Vid, bukan maksud saya membuat kamu kecewa. Saya gatau kalo kamu ternyata suka dia.
Viddy  : Yaa, tenang saja. Ini semua akan terlupakan.
Sista    : Maaf. Apa yang bisa saya perbuat untuk terhapusnya salah saya ini?
Viddy  : All is well, saya hanya butuh waktu. Please, leave me alone.
Sista    : Maaf Vid
Akhirnya Sista pun meninggalkan Viddy, lalu Aisyah datang menemani Viddy.
Aisyah : Kuatkan hati mu sayang, kamu kan cewek tegar yang saya kenal. Kenapa kamu cengeng gini?
Viddy  : Bukan itu yang ku tangisi. Kenapa ini terjadi dengan saya?
Aisyah : Sadarkah kamu wahai sahabatku. Saat kita susah kita sering berkata “kenapa ini terjadi kepada saya?” Tetapi pernahkah saat bahagia kita berkata “kenapa ini terjadi kepada saya?”
Viddy  : Betul juga apa yang kamu sampaikan, lalu saya mesti gimana? Saya sangat bingung ckck
Aisyah : Bersyukurlah sayang.
Viddy  : Tapi saya bagaikan dinding butuh dinding karena saya akan mati jika tertembak peluru, saya bagaikan batu butuh cangkang atau sesuatu yang dapat menghalangi saya dari hujan agar tidak rapuh.
Aisyah : Kamu boleh menganggap saya seperti itu kawan. Saya tau betapa sulitnya menghadapi permasalahan terutama masalah hati. Tetapi walaupun susah, kamu harus terus berusaha untuk tegar atas semuanya. Seperti kamu berusaha naik ke atas tebing, kamu berusaha mencapai puncaknya agar kamu bisa mendapatkan keindahan atau kebahagiaan dari itu meskipun keringat bercucuran, tangan gemeteran bahkan kau hamper jatuh. Tapi yakinlah ada Allah dan orang-orang yang menyayangimu di bawah atau di belakangmu untuk membantumu sekuat tenaga sampai ke atas puncak. Bersama kita lewati kesusahan dan kebahagiaan akan kita dapatkan.
Viddy  : Thanks sobat. Ana uhibbukfillaah J
Aisyah : Saya juga mencintaimu karena Allah juga.

Setelah beberapa masalah yang mereka hadapi. Kini mereka hidup bersahabat dengan baik walaupun secara territorial mereka tidak kuliah dalam daerah yang sama. Semoga dari cerita tersebut, kita dapat mengambil pesan dan dapat menerapkannya. :)