Jumat, 05 Juli 2013

Untukmu Ukhti Muslimah

Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang menyuruhmu untuk berjilbab?
Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada gemerlapnya dunia?
gemilaunya harta?
atau pada ketampanan seorang pria?

walaupun kau harus membuka hijabmu
demi mendapat semua yang kau inginkan,
maka kehinaan yang kau dapatkan!
Wahai Saudari Muslimah, siapakah yang munyuruhmu untuk berhijab?
Untukmu ukhti muslimah…
kemana akan kau bawa dirimu?
kepada kemuliaan jiwa?
kepada keridhaan Sang Pencipta?
atau mulianya menjadi bidadari surga?

walaupun hinaan dan cacian yang harus kau terima
demi menjaga hijab yang telah disyariatkan oleh agama,
maka kebahagiaan yang akan kau dapatkan!
Katakan TIDAK pada gemerlapnya dunia!
jika hijabmu harus terlepas karenanya
katakan TIDAK pada kemilaunya harta!
jika hijabmu harus menjadi tebusannya
karena hijabmu,
adalah benteng kemuliaan dirimu
bahwasannya yang menyuruhmu untuk berjilbab
yang menyuruhmu untuk berbusana muslimah
yang menyuruhmu ialah Allah dan Rasul-NYa
dan konsekwensi kita sebagai seorang muslim maupun muslimah
wajib untuk taat pada Allah Ta’ala
karena Allah yang menciptakan kita
Allah yang memberikan rizki pada kita
Allah yang memberikan segalanya kepada kita
Al-Qur’an menyuruh kita untuk berhijab
Allah yang menciptakan kita yang menyuruh kita untuk berjilbab!
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”
(QS.al-Ahzab:59)
Jika seandainya manusia (wanita muslimah) tidak berbusana Muslimah, tidak berjilbab,
maka manusia ini akan rusak dan hancur, akan binasa.”
Setiap wanita, TIDAK ADA UDZUR (tidak ada alasan) untuk tidak memakai busana muslimah
_jeda rodjatv_

SETIAP yang BERNYAWA akan merasakan KEMATIAN

Siapa di antara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian ?

Ia tidak memiliki teman..Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu..

Ia tidak memiliki tempat..Seluruh alam ini adalah tempatnya..

Kita tidak akan bisa berlari ataupun bersembunyi darinya..Walaupun kita berada di dalam benteng yang sangat kokoh..

Ia tidak memiliki waktu..Ia terus bekerja sepanjang hari, sepanjang masa..

Ia tidak menunggu seorang pun, akan tetapi kita semua yang menunggunya..

Ia adalah penghancur angan, penghancur keinginan, penghancur impian..

Ia adalah akhir fase pertama manusia..Ia adalah kematian..

Hiduplah sesuka hatimu !

Tumpahkan dan hamburkan kesenangan demi kesenangan untuk memuaskan nafsumu!

Katakan semaumu tentang Islam, Orang-orang sholeh, ketaatan dan kebaikan !

Bergembiralah dan tertawalah sepuas-puasmu kepada dunia !

KELAK PADA AKHIRNYA ENGKAU JUGA AKAN MEREGANG DI TENGAH SAKARATUL MAUT..

DAN ENTAH KAPAN, ITU PASTI AKAN MENIMPAMU..

LALU ENGKAU MENINGGAL..

Saat itu malaikat maut tepat berada di atas kepalamuHatimu bergetar..Nyawamu meregang..Mulutmu terkunci..Anggota badanmu melemas..Lehermu berkeringat..Matamu terbelalak..Pintu taubat sudah tertutup..Orang-orang di sekitarmu menangis..Sedangkan kamu sendiri mengerang melawan sakit..Lalu nyawamu diangkat ke langit..

Sebelum semua itu terjadi, sebelum semuanya terlambat Selamatkanlah dirimu..

__ Jeda rodja dengan sedikit edit__

Untukmu Duhai Bunga Yang Tak Pernah Layu

Untukmu Duhai Bunga Yang Tak Pernah Layu
Untukmu yang telah mengusap air mataku..
Untukmu yang telah membasuh kotoranku..
Untukmu yang telah menyuapkan makan dan minum dengan tangannya ke mulutku…
Untukmu yang telah menjadikan haribaannya sebagai ketenangan bagiku..
Betapa letihnya engkau, Wahai Ibu..
Kalaulah engkau kehilangan Ibumu…
Bisakah engkau akan mendapatkan gantinya???
Jika engkau kehilangan Ibumu, Ayahmu..
Apa yang akan engkau lakukan?Kemana engkau akan mendapatkan gantinya?
Rasulullah Shallaallahu ’Alaihi Wasallam bersabda:
Keridhaan Allah itu terletak pada keridhaan kedua orangtua, dan (sebaliknya) kemurkaaan Allah (juga) terletak pada kemurkaan kedua orangtua“.
Firman Allah Ta’ala
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”, dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”(QS Al Isra` : 23)
Ya Umma, Ya Umma,
Wahai Ibu..Maafkan anakmu,
Wahai Ibu…Pintu mana lagi ..Yang bisa terbuka untukku..
Jika seandainya…Pintumu sudah tertutup untukku..Maafkan anakmu,
Wahai Ibu..Siapa lagi yang dapat…Mendekatkan diri-Nya kepadaku..
Jika seandainya bukan engkau…
Wahai Ibu…Siapa lagi yang dapat menyayangiku?
Jika seandainya…Engkau telah murka kepadaku..
Silahkanlah anak-anak yang durhaka berbuat sekehendaknya…
Maka, dia tidak akan masuk surga..
Silahkanlah anak-anak yang berbakti berbuat sesukanya..
Dan dia tidak akan masuk neraka…
Sesungguhnya Allah menyegerakan adzab,,
Apabila seorang hamba durhaka kepada orangtuanya..
Agar semakin segera kesengsaraan bagi dirinya..
Dan sesungguhnya Allah menambahkan umur seorang hamba,,
Apabila berbakti kepada orangtuanya..
Agar ia semakin baik dan semakin berbakti..
Cobalah, siapa di antara kita yang mencium tangan Ibunya?
Siapa di antara kita yang mencium kepala Ayah dan Ibu?
Siapa di antara kita yang berbicara dengan Ayah dan Ibunya dengan kalimat  lemah lembut dan santun?
Ibu, maafkan anakmu,,,maafkan anakmu..
Diambil dari sumber Video Jeda Rodja TV oleh Ustadz Armen Halim Naro rahimahullah