Kamis, 30 Oktober 2014

Wasiat Imam Syafi'i rahimahullah, 150-204 hijriyah

Bertakwalah engkau kepada Allah.
Bayangkan akherat dalam Qalbumu.
Jadikanlah bayangan kematian berada di pelupuk matamu.
Jadilah orang yang malu kepada Allah.
Jauhilah larangan-laranganNya dan kerjakanlah kewajiban-kewajibanNya.
Tetaplah konsisten bersama kebenaran dimanapun berada.
Sekali-sekali... janganlah meremehkan nikmat yang diberikan Allah untukmu walaupun kecil.
Sambutlah ia dengan rasa syukur.

Bahagia Secukupnya, Sedih Seperlunya, Mencintai Sewajarnya, Membenci Sekedarnya. Tapi "bersyukurlah sebanyaknya"

HAKIKAT CINTA
Cinta adalah ruh kehidupan, rasa dari keberadaan, kelezatan dunia, makanan bagi ruh, kesenangan hati, cahaya mata, & sinar bagi hati…
Hidup tanpa cinta adalah kehidupan yang kering, hati tanpa cinta adalah hati yang keras…
Kehidupan adalah jasad, & cinta adalah ruh-nya… bila ruh-nya tiada, maka jasadpun tidak berguna…
Dengan cinta, para pecinta berbondong-bondong menuju apa yang dicintainya, mereka saling berlomba & berkompetisi dalam pengembaraan cinta…
Cinta adalah kehidupan … barangsiapa yang kehilangan cinta, maka dia telah mati…
Cinta adalah cahaya, siapa yang kehilangan cinta … maka dia berada dalam kegelapan yang sangat dan malam yang gulita…
Cinta adalah api didalam hati … yang akan membakar segala apa yang tidak dicintai oleh kekasihnya …
maka tiada yang tersisa selain apa yang disenangi oleh sang kekasih …
Tiada yang dia lakukan kecuali apa yang diminta oleh sang kekasih…
dia tidak mengerjakan kecuali apa yang diperintahkan oleh sang kekasih …
Cinta adalah kerinduan yang tetap untuk berjumpa dengan sang kekasih …
hidup dengan harapan untuk mendapatkan sang kekasih …
dan harapan untuk berjumpa dengan wajah sang kekasih …
Dengan demikian …
telah tulus cintanya …
telah jujur keinginannya …
dia tidak menduakan cinta sang kekasih
agar mendapatkan cintanya dan dapat selalu berdekatan dengannya…
Demikianlah Allah menyifati orang-orang yang beriman
dengan sifat-sifat yang agung …
dan yang paling agung dan khusus adalah:
cinta mereka terhadap Rabb mereka …
bahkan dengan kecintaan yang sangat …
((والذين آمنوا أشد حبا لله))
"Dan orang-orang yang beriman sangat besar kecintaannya kepada Allah)).
Cinta yang paling agung & indah …
adalah cinta kepada Allah & rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam,
serta cinta terhadap semua amal yang mendekatkan diri kepada cinta-Nya …
baik berupa perkataan maupun perbuatan yang baik …
Cinta kepada Allah & Rasul-Nya adalah cinta yang hakiki yang harus memenuhi hati setiap orang yang beriman …
itulah cinta yang bermanfa'at …
yang Allah akan menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang shalih dengan cinta tersebut …
itulah cinta abadi yang tidak akan terputus selamanya …
Adapun selain cinta Allah …
maka cinta tersebut akan terputus & terkubur …
***
KSA, 14-06-1434 H
W@f@ Ummu @meer@, Via Ummu Fahrian Ida

Untukmu, Wahai Mahasiswa

Pesan Anies Baswedan Untuk Mahasiswa Baru
Selamat untuk Anda yang kini menjadi mahasiswa, Anda disebut maha atas kesiswaan Anda. Tanggungjawabnya tentu lebih besasr daripada anak-anak muda lainnya.
Di Indonesia ada jutaan anak masuk SD, tapi hanya ratusan ribu yang hari ini bisa kuliah. Itu artinya Anda berbeda dengan yang lain. Anda adalah sekelompok anak-anak muda yang punya kesempatan, untuk mengembangkan diri, untuk maju, meraih masa depan bukan hanya untuk Anda sendiri tapi untuk kemajuan Republik, untuk kemajuan bangsa.
Saya akan beri sedikit catatan di sini.
Tolong jangan hanya belajar di dalam ruang kuliah.
Kuliah Anda adalah di dalam ruang dan di luar ruang kuliah. Kalau Anda disebut sebagai aktivis, maka jangan hanya jadi aktivis di luar ruang kuliah, tapi juga aktivis di dalam ruang kelas.
Anda merugi jika hanya belajar di dalam kelas saja
Bagi teman-teman yang ingin belajar hanya di dalam kelas saja, maka Anda akan masuk golongan orang yang merugi. Karena di ujung masa kuliah Anda hanya akan keluar membawa selembar kertas bertuliskan transkrip atau selembar kertas ijazah. Masa depan tidak bisa dibuat atau dibangun hanya dengan selembar kertas itu.
Anda harus menjadi manusia baru
Anda harus menjadi pemimpin di Indonesia. Anak-anak muda yang kata-katanya, langkahnya bisa membuat perubahan dan itu artinya belajar dari sekarang.
Saya sering menganalogikan hidup pasca kuliah itu seperti berenang di lautan. Anda punya pilihan, mau belajar berenang saat sudah sampai ke laut atau mau belajar berenang di kolam renang? Kalau di kolam renang kedalamannya terukur, tekanannya terukur, suhunya terukur, arusnya juga terukur, dan di sana Anda bisa belajar berenang.
Atau Anda langsung terjun ke laut dan belajar berenang. Resikonya agak besar belajar berenang di tengah lautan. Kalau Anda belajar berenang di kolam renang resikonya jauh lebih terkontrol. Karena itu belajarlah “berenang”, belajar untuk memimpin, belajar menjadi bagian dari masyarakat ketika kuliah.
Anda bisa lihat nanti, mereka-mereka yang banyak memberikan kontribusi pada masyarakat, mereka yang berpengaruh, mereka yang bisa mendorong kemajuan adalah orang-orang yang pada masa mudanya tidak hanya meghabiskan waktu di dalam ruang kelas, tapi juga di luar kelas.
Jadilah pegiat, jadilah anak-anak yang aktif. Saya sering mengatakan IP yang tinggi akan mengantarkan Anda pada panggilan wawancara, titik.
Kepemimpinan
Kemampuan komunikasi
Kemampuan analitik
Hal-hal itu yang akan mengantarkan Anda ke masa depan.
Kalau dulu SD ke SMP Anda perlu nilai tinggi, untuk masuk SMA Anda juga perlu nilai, dan sekarang dari SMA masuk di kampus Anda juga harus punya nilai yang tinggi. Sesudah Anda lulus kuliah, fase berikutnya Anda butuh lebih dari sekadar nilai.
Jangan diartikan boleh mendapatkan IP rendah. Kalau IP Anda rendah, Anda bahkan tidak dipanggil wawancara. Jadi IP-nya harus tinggi, berapa minimal IP? Usul saya mumpung Anda baru kuliah, coba Anda cek kalau daftar beasiswa S2 berapa syarat IP minimalnya? Lalu Anda gunakan itu sebagai target.
Hari ini tidak ada yang bertanya IP Anda berapa? Misalnya saya tidak ada yang tanya IP saya berapa? Atau berapa lama kuliahnya? IP dan lama kuliah itu ditanyakan saat wisuda. Yang kuliahnya cepat, IP-nya tinggi senyumnya lebih lebar daripada yang tidak. Tapi dalam perjalanan ke depan yang dibutuhkan lebih dari itu.
Saya tidak ingin menganggap enteng pelajaran di kuliah. Pelajaran itu sangat penting. Tapi saya ingin Anda punya double track:
Track akademik
Track kepemimpinan
Keduanya harus seimbang. Jadi bangun itu, mumpung Anda punya kesempatan untuk melakukannya.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
Buat cita-cita
Anda dapat mulai menuliskan:
- Berapa lama Anda mau kuliah
- Anda mau melakukan apa
- Selama kuliah apa yang akan Anda kerjakan
Jangan jadi mahasiswa yang hanya rumah atau kos-kosan, kampus dan kampusnya hanya ruang kuliah, jangan lakukan itu.
Anda akan menjadi bagian dari dunia.
Saya adalah mahasiswa dua puluh tahun lalu. Maka mahasiswa saat ini akan mengalami era 20 tahun akan datang. B[truncated by WhatsApp]

Boleh Jadi dan Itu Sangatlah Mungkin

Boleh jadi dan sangat mungkin bahwa keadaan kita sedang diganggu syaithan melalui mimpi buruk, celaan-celaan, dan kritik destruktif. Namun, pada saat yang sama segerombolan do'a melejit sambil bergemuruh mengetuk pintu langit untuk kita.
Doa dari orang tua, terutama ibu, yang jauh di seberang sedang merindukan kita. Maka hubungilah saat ini, barangkali keduanya sedang begitu ingin mendengar kabar dan suara kita.
Doa dari seorang fakir miskin yang kita bantu walau tak seberapa namun telah membuatnya begitu bahagia dan bersyukur.
Doa dari sosok yang kitaa hibur dari kesedihannya.
Doa dari orang-orang di jalan yang kita hadiahkan senyuman penuh tulus tanda kasih dan persahabatan.
Doa dari seorang bapak tua yang kita persilahkan duduk padahal kita begitu letih ingin istirahat.
Doa dari seorang sahabat yang sedang merindukan kita. Dia berdo'a untuk kita di sujud-sujudnya tanpa kita ketahui.
Doa dari para facebooker yang membaca status dan note inspiratif dari kita dan membuatnya berubah dari kelalaiannya terhadap agama Allah.
Dari dari kebaikan-kebaikan yg kita lakukan secara diam-diam dengan begitu ikhlas tanpa mengobralnya di dunia maya dengan niat ingin disebut-sebut dalam bingkai pujian.
Doa dari seorang penunut ilmu yang sedang sakit. Kita menolongnya seperlunya dengan menginfakkan harta untuk keperluannya menuntut ilmu, termasuk membeli kitab.
Dari seuntai kalimat ini, insya Allah, semoga Allah menjaga kita, lalu memasukkan kita Ke dalam Surga-Nya hingga menatap wajah-Nya yang agung lagi mulia. Via Ummu Fahrian Ida
https://www.facebook.com/abdullahakiera.vanassamawiey/posts/730448157033537?fref=nf

Dengarkanlah Wahai Muslimah

Nasehat tuk muslimah
Betul, banyak wanita yang tidak berjilbab
atau berjilbab tapi asal-asalan lebih baik akhlaknya
dari wanita yang sudah berjilbab syar'i, 
lebih ramah kepada orang lain,
lebih pemaaf, lebih sabar,
lebih mudah bergaul,
lebih mampu mengendalikan kata-kata,
menjaga sikapnya dan lain-lain.
Oleh karena itu...
Untuk yang sudah berjilbab syar'i,
seharusnya lebih meningkatkan lagi kualitas akhlaknya.
Berjilbab saja tidak cukup mengantarkan Anda ke surga.
Bukankah orang yang paling dicintai oleh Allah itu adalah orang yang paling baik akhlaknya?
Bukankah husnul khuluq, adalah sesuatu yang kata Baginda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam paling banyak memasukkan seorang hamba ke surga?
Dan untuk yang belum berjilbab syar'i,
takutlah kepada Allah azza wa jalla,
karena dengan tidak menunaikan perintah-Nya,
berarti Anda tidak berakhlak baik kepada Allah rabbul 'aalamin,
walaupun Anda berakhlak baik kepada sesama...
https://www.facebook.com/abu.khaleed.3/posts/830651930288874
Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga diiitari dengan hal-hal yang tidak menyenangkan,
sedangkan neraka diitari dengan berbagai syahwat.”
[Diriwayatkan oleh Muslim]
via Ummu Fahrian Ida

Untukmu teman....

teman..
lihatlah rumput ilalang yang bergoyang..
seakan membisikan pengalaman..
seraya berkata..
hidupku tak lepas dari terpaan angin..
terkadang aku merunduk..
terkadang pula meliuk-liuk..
namun itu tak membuatku tersungkur..
teman..
itulah kehidupan..
tak lepas dari aral yang melintang..
ujian dan cobaan silih berganti..
menyaring keimanan..
demikian Robb kita berfirman:
alif laam miim..
apakah manusia mengira akan dibiarkan berucap kami beriman sementara ia tidak diuji.. (Al Ankabut:1-2)
teman.
tidakkah kita ingin setegar batu karang..
yang selalu diterjang ombak samudra..
namun ia tegar tak bergeming..
seakan tersenyum anggun menuai kesabaran..
teman..
sabar di dunia amat indah..
walau pahit dan getir terasa..
tapi ia sementara dan tak lama..
sedangkan sabar di neraka tak lagi berguna..
dalam masa yang amat panjang..
satu harinya sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia..
manakah kesabaran yang engkau pilih..
teman..
sabarlah di atas jalan Rabbmu..
sabarlah tuk menaati Nabimu..
sampai kita berjumpa denganNya..
Nabi bersabda..
bersabarlah.. sampai berjumpa denganku di telaga haudl..
by Ustadz Badru Salam, Lc (UB)
Dishare Ustadz Badrusalam, Lc hafidzahullah tgl 23 Dzulhijjah 1435 / 18 Oktober 2014

Renungan Akhir Tahun

Kutbah Jum'at Masjid Nabawi 30 Dzulhijjah 1435 H - 24 Oktober 2014
Oleh : Asy-Syaikh Husain bin Abdil 'Aziz Alu Asy-Syaikh
Khutbah Pertama
Sesungguhnya seorang mukmin yang mendapatkan taufiq adalah seorang yang menjadikan perubahan kondisi-kondisi sebagai kesempatan untuk ingat, merenungkan, dan mengambil pelajaran. Maka iapun menghisab dirinya, ia memperbaiki kondisinya dan meluruskan arah perjalanannya. Maka binasanya hati seseorang tatkala lalai untuk menghisab dirinya dan serta mengikuti hawa nafsunya.
Sementara kita berpisah dari tahun dan menyambut tahun yang baru –semoga Allah menjadikannya sebagai tahun yang berkah dan kebahagaiaan bagi kita-, maka wajib bagi kita untuk menghisab diri kita, sebagaimana Khalifah Umar –semoga Allah meridhoinya- berkata :
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum (amal) kalian ditimbang, karena lebih ringan bagi kalian tatkala kalian dihisab kelak, jika kalian menghisab diri kalian sekarang"
Seorang mukmin mengetahui bahwasanya kehidupan dunia ini diciptakan untuk diisi dengan ketaatan kepada Allah, mentauhidkanNya, dan untuk mewujudkan peribadatan kepadanya. Allah berfirman
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (QS Adz-Dzaariyaat : 56)
Dari Ibnu Umar –semoga Allah meridoinya- ia berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memegang pundakku lalu berkata :
"Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau musafir yang numpang lewat"
Ibnu Umar berkata :
"Jika telah sore maka janganlah engkau menunggu pagi, dan jika telah pagi maka janganlah engkau menunggu sore, manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, dan manfaatkan kehidupanmu sebelum tiba kematianmu" (HR Al-Bukhari)
Maka wajib bagi kita dengan bertambahnya umur bertambah pula ketaatan dan perbuatan kebajikan, hendaknya kita mengisi tahun-tahun untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta sedekat-dekatnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Sebaik-baik kalian adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya" (HR Ahmad dan At-Tirmidzi dan ia berkata : "Hadits Hasan", dan dishahihkan oleh Al-Hakim)
Diantara kedzoliman yang sangat jelas serta kerugian yang nyata adalah Allah telah menganugerahi kepada anda usia lantas anda tenggelam dalam kemaksiatan dan tetap berada pada apa yang tidak diridhoi Allah. Allah berfirman :
...
Baca selengkapnya disini:
http://firanda.com/index.php/artikel/khutbah-jum-at-masjid-nabawi-terjemahan/797-renungan-akhir-tahun