Ini adalah sekilas beberapa coretan pena di September-Oktober yang ada di sosmed, terutama facebook. Tafadhdhol yang ingin mengambil manfaat ^^
"Berapa banyak yang diselamatkan Allah dari pertanggungjawaban tentang apa-apa yang dilihat?
Berapa banyak yang diselamatkan Allah dari pertanggungjawaban tentang apa-apa yang didengar?
Berapa banyak yang diselamatkan Allah dari bahaya lisan dari menyakiti sesama?
Kemudian berapa banyak yang mampu menjaga tentang apa-apa yang dapat dilihat sesuai syariat?
Berapa banyak yang mampu menjaga tentang apa-apa yang dapat didengar sesuai syariat?
Berapa banyak yang mampu menjaga diri dari bahaya lisan untuk menyakiti sesama?
Siapa yang lebih bersyukur pada kedua keadaan itu?
Dia, dia, dan diaYaa tentu dia yang mampu bersyukur atas keadaan yang ada, mampu menjaga, dan berusaha lebih dekat atau mengenal Allah 'Aza wa Jalla sebagaimana mestinya tanpa melihat keadaan yang ada." 21 Sept 2014 00:30 WIB
"kenapa pemahaman akan kata kasih sayang baru didapatkan. padahal praktik nya kata tersebut telah didapat sebelum nafas ini berhembus. kini ku sadari kasih sayang orang tua (keluarga), guru, dan sahabat itu begitu manis * yummy *
begitu menyesal jika teringat fakta masa lalu ada beberapa proses kejadian tidak memperhatikan nasihat mereka.
terima kasih wahai orang-orang yang telah mengukir kisah di skenario hidupku dari Allah 'Aza wa Jalla." 15 Sept 2014
"kata maaf dan terima kasih acap kali belum menjadi sahabat dari kedua bibir. seringkali jika ada suatu hal yang terjadi antara dia dengan dia adalah kalimat lain yang begitu mengagetkan. tak usah risau dengan hal tersebut. pahamilah bahwasanya tidak semua orang terbiasa dengan dua kata itu. jadilah orang yang mudah menerima dan mau mengalah, tak usah kau menjadi penyulut api bagi percikan-percikan api.
berterimakasihlah padanya di dalam hati, bahwa ia telah mengajarkan suatu hal. yaa, mengajarkan bagaimana posisi kita di sisi orang lain jika hal tersebut terjadi." 15 Sept 2014
berterimakasihlah padanya di dalam hati, bahwa ia telah mengajarkan suatu hal. yaa, mengajarkan bagaimana posisi kita di sisi orang lain jika hal tersebut terjadi." 15 Sept 2014
"pondasi kebaikan ada pada diri kita adalah atas dasar taufiq dari Allah dan perjuangan diri untuk memperbaiki.
apabila posisi kita tetap di jalan bahkan semakin hari semakin buruk kadar keimanan kita serta berkurangnya poin-poin amal kebaikan kita, maka perlu dipertanyakan dua pondasi tersebut?
hal pertama adalah perlu mawas diri, "sesering apakah kau berdoa dan meminta tolong kepada Allah agar selalu dipermudah dalam hal kebaikan?"
lalu hal kedua, "seberapa besar kau telah berusaha untuk beramal dalam kebaikan? seberapa besar kau beranikan diri untuk berubah lebih baik? seberapa besar usaha untuk menahan diri dari kegiatan-kegiatan yang buruk?"
yang sering didapat adalah iman yang selalu tersalahkan dan dalih-dalih yang panjang berbaris baris buah dari pembenaran diri. padahal sungguh di hati kecil terbesit rasa salah yang dalam pada diri. mari kita terus berusaha untuk memperoleh kebaikan itu. tak ada kata terlambat selagi nafas masih berhembus. semoga bermanfaat terutama bagi diri pribadi yang masih banyak kekurangan", 08 Sept 2014 22.00 WIB
"“Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat sepanjang kalian memiliki sesuatu. Apa sesuatu itu? Tentu saja bukan GPS, alat pelacak, dan sebagainya, sesuatu itu adalah pemahaman yang baik bagaimana mengendalikan perasaan.”
— Tere Liye, novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah" 8 Sept 2014
"seberapa dekat kau dengan Al Quran?
seberapa erat hubunganmu dengan Al Quran?
apakah Al Quran itu hanya menjadi hiasan di salah satu sudut ruangan?
apakah Al Quran itu telah tertumpuk beberapa debu di atasnya?
apa yang sering kau dengarkan? berupa lagu-lagu keras? atau lagu-lagu picisan? atau lagu-lagu yang tak berbobot sama sekali?
lantas apakah hatimu tenang? atau terlenakan dalam lagu?
coba bandingkan dengan mendengarkan ayat-ayat Allah. pasti ketenangan hadir dalam hatimu", 08 Sept 2014 21.45 WIB
"ada kesimpulan tersirat yang kini hadir dimana kesimpulan itu membuatku takjub. sungguh 1 : 1000 mungkin pada zaman sekarang. jika dibandingkan dengan mayoritas sumber daya yang ada tentu sangat jauh takarannya. itulah kekuatan ikhtiar dan tawakal untuk memperoleh kebaikan bagi dirinya maupun sekitar. barokallahu fiik #hidayah" 3 Sept 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar